teknik bermain sepak bola

Januari 6, 2010 at 11:12 am (Uncategorized) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

Sepakbola adalah suatu permainan beregu yang dimainkan masing-masing regunya terdiri dari sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang. Sepakbola adalah permainan yang sangat populer, karena permainan sepakbola sering dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa maupun orang tua.
Saat ini perkembangan permainan sepakbola sangat pesat sekali, hal ini ditandai dengan banyaknya sekolah-sekolah sepakbola (SSB) yang didirikan. Tujuan dari permainan sepakbola adalah masing-masing regu atau kesebelasan yaitu berusaha menguasai bola, memasukan bola ke dalam gawang lawan sebanyak mungkin, dan berusaha mematahkan serangan lawan untuk melindungi atau menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola. Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerjasama antar sesama anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepakbola.
Untuk bisa bermainan sepakbola dengan baik dan benar para pemain menguasai teknik-teknik dasar sepakbola. Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik, pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula.
Teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola ada beberapa macam, seperti stop ball (menghentikan bola), shooting (menendang bola ke gawang), passing (mengumpan), heading (menyundul bola), dan dribbling (menggiring bola).
Khusus dalam teknik dribbling (menggiring bola) pemain harus menguasai teknik tersebut dengan baik, karena teknik dribbling sangat berpengaruh terhadap permainan para pemain sepakbola. Teknik dribbling (menggiring bola) terbagi menjadi tiga macam :
1. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian dalam.
2. Teknik dribbling dengan kura-kura penuh (punggung kaki).
3. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian luar.
Disamping itu, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan untuk menunjang penguasaan teknik tersebut. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berurut-urut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini penulis rumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah permainan sepakbola ?
2. Apa saja teknik dasar permainan sepakbola ?
3. Apa yang dimaksud dribbling ?
4. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dribbling ?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman penulis mengenai masalah yang dibahas dalam makalah ini. Disamping itu, tujuan penulisan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Telaah Artikel.

D. Teknik Dasar Permainan Sepakbola
Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :

a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.
2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.
Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil salah satu teknik dasar sepakbola yaitu teknik menggiring bola (dribbling), karena teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai variasi dalam melakukannya, antara lain menggiring bola menggunakan kaki bagian luar, bagian dalam, dan punggung kaki.

E. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola). Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat.
3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik.

F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KULIAH

Desember 26, 2009 at 8:35 am (Uncategorized) (, )

hari senin ada ujian praktek tenis,semoga qt nanti dalam ujian dapat melaksanakannya dengan lancar,dan semoga mendapat nilai yang memuaskan,amiiin

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pegangan (Grip) Dasar Dalam Tenis Lapangan

November 23, 2009 at 9:14 am (Uncategorized) (, , )

Pegangan dasar dalam tennis lapangan ada beberapa macam yaitu Eastern grip, Continental grip, Western grip. Pegangan yang paling sering digunakan untuk pukulan forehand adalah pegangan Western grip.

1. Eastern Grip

Grip ini sering disebut sebagai pegangan jabat tangan, dapat dicoba dengan memulai dari leher raket seperti menjabat tangan lalu turun ke ujung gagang raket. Pegangan ini dapat memberikan variasi pukulan yang lengkap, baik spin, slice, ataupun flat. Grip ini sesuai untuk pemain yang mengandalkan permainan volley di depan net karena dapat dengan mudah menyesuaikan grip untuk pukulan volley. Sedangkan kekurangannya yaitu untuk menghadapi bola topspin yang bersifat parabolic.

1. Continental Grip

Grip ini merupakan grip klasik yang selalu digunakan pemain tennis jaman dahulu dengan posisi tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada disudut 1 (untuk pemain dominant tangan kanan) dan di sudut 4 (untuk pemain dominant tangan kiri)grip ini digunakan oleh pemain dengan tipe service volley dan cocok untuk lapangan yang cepat seperti rumput. Saat ini pegangan ini tidak banyak yanbg menggunakan karena tempo permainan yang semakin cepat. Hal ini dikarenakan pegangan ini hanya bisa digunakan untuk pukulan flat atau slice dan sulit untuk pukulan spin.

1. Western Grip

Grip ini merupakkan grip yang ekstrim digunakan untuk memproduksi pukulan spin, karena cara memegangnya seperti memegang gagang wajan atau panic masakan dengan menempatkan posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dari gagang raket. Arah bola dari pukulan ini dapat melambung di atas net dan turun menurut garis parabolic yang ekstrim. Grip ini sangat nyaman untuk mengantisipasi bola-bola tinggi yang biasanya terjadi di lapangan tanh liat, tapi pegangan ini tidak bisa dipakai untuk pukulan flat serta slice.

Ready Position (posisi siap)

Stance (posisi berdiri)

Ketika memukul bola juga harus diperhatikan cara berdiri dari setiap pukulan. Ada 3 jenis stance dalam tennis yaitu:

1. close stance (tertutup): posisi kaki kiri menyilang di depan kaki kanan
2. square stance (netral)
3. open stance (terbuka) : posisi kaki bisa dikatakan hampir sejajar

Pukulan Forehand

* Mengatur posisi badan untuk memukul bola dimulai dengan kedua kaki (mengatur posisi stance) sambil mengayunkan raket ke belakang dan memposisikan diri pararel dari gerakan bola.
* Ketika bola memasuki zona pukulan yang dikehendaki ayunkan raket dengan natural hingga mencapai titik kontak antara bola dengan raket.
* Ketika terjadi kontak usahakan bola berada di sweetspot raket untuk mencapai kesempurnaan pada pukulan
* Setelah terjadi kontak, lakukan followthrough dengan cara raket tetap diayunkan hingga melintasi badan (kea rah pundak kiri) jangan lupa untuk tetap menggerakkan atau mengayunkan kaki, hal ini sangat membantu dalam memukul bola.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

2010 SMT Sudah Berstandar Internasional

November 18, 2009 at 1:15 pm (Uncategorized) (, , )

Mulai tahun 2010 mendatang, Dinas Pendidikan Bojonegoro akan mengembangkan Sekolah Model Terpadu (SMT) menjadi sekolah standart internasional. Demikian disampaikan Rasmaji, Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Bojonegoro, kemarin.

Menurutnya, sekolah standarisasi internasional di semua jenjang harus dilakukan berdasarkan UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 50.

Dalam UU tersebut, lanjut dia, pemerintah dan atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. ”Sampai tahun 2009, ada tiga belas Sekolah Dasar (SD) yang baru mencapai rintisan sekolah dasar standar nasional (RSDSN), yang nantinya dikembangkan menjadi sekolah dasar standar nasional (SDSN),” katanya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Lahan Pertanian Kabupaten Bojonegoro

November 18, 2009 at 1:10 pm (Uncategorized) (, , )

Sektor pertanian merupakan penopang utama pertumbuhan daerah, hal ini dapat diamati dari sisi jumlah penduduk dengan jumlah 1.196.496 jiwa, sekitar 5% bergerak pada lapangan kerja dan usaha dibidang pertanian, dan dari sisi sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 46,38% berdasarkan harga yang berlaku dan 44,44 % berdasarkan harga konstan, bila dibandingkan dengan sektor lain masih menduduki ranking teratas. Komoditas utama di bidang pertanian adalah untuk tanaman pangan meliputi tanaman padi dengan produksi rata-rata 600.000 ton GKP pertahun atau sekitar 300.000 ton beras pertahun, jagung dengan produksi rata-rata pertahun mencapai 90.000 ton pipilan kering, Kedelai dengan produksi pertahun mencapai 55.000 ton ketela basah, tanaman perkebunan meliputi komoditas Tembakau Virgina dengan produksi rata-rata pertahun 6.520 ton daun kering, tembakau jawa produksi 470 ton daun kering / pertahun, Tebu dengan produksi rata-rata pertahun 4.290 ton (Kristal Gula), dan untuk tanaman Hortikultural dengan produksi unggulan adalah buah blimbing dengan sentra di Kecamatan Padang, salak dengan sentra di desa wedi Kapas dan pisang raja dengan sentra di Kecamatan Ngasem dan Purwosari.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Visi dan Misi Kabupaten Bojonegoro

November 18, 2009 at 1:06 pm (Uncategorized) (, , )

VISI :

* Kabupaten Bojonegoro yang mandiri, produktif yang berdaya saing kuat, sejahtera dan lestari

MISI :

* Pemberdayaan masyarakat dan mengoptimalkan potensi daerah
* Pemberdayaan ekonomi rakyat dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan
* Mengoptimalkan pendayagunaan teknologi tepat guna
* Peningkatan taraf hidup masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa
* Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tambang Minyak Bumi

November 18, 2009 at 12:55 pm (Uncategorized) (, , )

Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam di Kabupaten Bojonegoro yang terdapat di wilayah kecamatan Ngasem (Desa Mojodelik, Brabohan, wonorejo) diperkirakan mencapai 126 juta barel. Eksplorasi yang telah dilakukan dengan 126 sumur yang meliputi 106 sumur produksi, 18 sumur injeksi air dan 2 sumur injeksi gas.

Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam dikelola secara tradisional dan mekanis. Penambangan tradisional dikelola oleh masyarakat dengan peralatan sederharna untuk pengambilan minyak (sumur) dengan rata-rata kedalaman 500 meter dan denga sumur pompa tangan (penemuan baru) dengan kedalaman 28 meter, sedangkan sebagian lagi menggunakan tehnologi yang memanfaatkan mesin mobil sebagai penggerak. Jumlah penabang minyak tradisional sekitar 74 (sumur) unit yang berlokasi di wilayah kecamatan Kedawan meliputi desa wonocolo 44 sumur dengan kapasitas produksi 25.771 liter/hari, desa Hargomulyo 18 sumur dengan kapasitas produksi 12.771 liter/hari dan desa Beji 12 sumur dengan kapasitas produksi 8.249 liter/hari.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

2011, Bojonegoro Ditargetkan Bebas Buta Aksara

November 18, 2009 at 12:48 pm (Uncategorized) (, , )

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan tahun 2011 angka buta huruf di Kabupaten Bojonegoro yang masih mencapai 16 ribu orang tuntas. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Suhadi Mulyono saat memimpin rapat Sosialisasi pendataan buta aksara.

Sekda mengungkapkan, dengan adanya sosialisasi ini nantinya akan menghasilkan out put berupa tersedianya data base pendidikan yang mencakup Penduduk Buta Aksara, Penduduk Usia Sekolah dan Standart Biaya Pendidikan. “Pendataan ini, tidak hanya menjadi tugas daripada Dinas Pendidikan akan tetapi juga Kecamatan dan Desa untuk mendukung kegiatan ini,” tegasnya.

Dia mengharapkan pendataan ini harus selesai akhir Tahun 2009 ini. Sehingga dengan begitu akan diketahui berapa jumlah penduduk buta aksara di Kabupaten Bojonegoro sekaligus Anak Usia sekolah produktif yang mengenyam bangku pendidikan dan yang tidak melanjutkan sekolah. “Dalam pendataan nanti harus ada pembedaan yang jelas antara buta aksara dan melek aksara. Sehingga nantinya dilapangan tidak ada kerancuan,” pesannya.

Dalam tahapan pendataan buta aksara ini, lanjut dia, akan dilakukan melalui beberapa tahapan yakni dari sosialisasi tingkat kabupaten, kecamatan dan entry data ditingkat kecamatan. “Saya optimis dua tahun lagi semuanya (buta aksara) akan tuntas. Sebab jika dibandingkan tahun 2008 lalu angka buta huruf mencapai 29 ribu dan tahun ini berkurang menjadi 16 ribu,” ungkap mantan Kepala Bappeda Bojonegoro ini.

Sebelumnya, Wakil Bupati H. Setyo Hartono menyatakan, agar seluruh jajaran yang terkait untuk dapat bekerjasama dengan sebaik mungkin sehingga akan menghasilkan data yang akurat. Sebab masalah pendidikan di Bojonegoro ini menjadi tanggungjawab semua pihak dan harus melibatkan semua unsur yang ada. “Saya minta agar kegiatan ini dapat diimplementasikan sebaik mungkin,” tegas Setya Hartono. Rapat sosialisasi tersebut diikuti oleh camat, kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro. (Kominfo)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Budidaya Jamur Tiram Ditengah Ladang Migas Blok Cepu Kota Bojonegoro

November 18, 2009 at 12:43 pm (Uncategorized) (, , , )

Budidaya Jamur Tiram Ditengah Ladang Migas Blok Cepu
Kemandirian masyarakat di sekitar Ladang Migas Blok Cepu mulai terlihat. Hal itu ditandai banyaknya usaha baru yang bermunculan di tengah Sumur Banyuurip-Jambaran, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Selain jasa warung makan, budidaya peternakan dan melon, kini lahir usaha budidaya Jamur Tiram. Usaha tersebut sekarang ini tengah digeluti Suwandi, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem. Salah satu desa sentra Blok Cepu. ”Usaha ini mulai saya lakukan dua bulan yang lalu,” kata Suwandi dikonfirmasi ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Minggu (01/11/2009).

Dia mengungkapkan, budidaya Jamur Tiram ini lebih mudah perawatannya dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Untuk merawatnya, Suwandi mengaku hanya melakukan penyiraman. Sedangkan tempatnya, dia hanya menyiapkan rumah seperti kandang. ”Jamur suka tempat yang lembab. Jadi harus banyak penyiraman dan dirawat ditempat tertutup,” jelasnya.

Disamping mudah perawatannya, usaha jamur tiram juga menguntungkan. Dalam waktu satu bulan sudah bisa dipanen. Panenya pun bisa dilakukan lima sampai tujuh bulan. Setiap harinya bisa panen sebanyak 4 kg. Per kilonya jamur tiram seharga Rp. 15.000. ”Untuk pemasarannya sangat mudah sekali. Sekarang ini belum sempat saya bawa ke pasar sudah habis diserbu warga sini,” ujar Suwandi.

Rencananya, usaha Jamur Tiram milik Suwandi ini tidak hanya memproduksi, melainkan akan dikembangkan menjadi makanan olahan. Sebab, banyak masyarakat yang suka mengkonsumsinya karena dapat dimasak apapun dan bergizi tinggi. Gizi jamur tiram sendiri diatas telur di bawah ikan. ”Kedepan nanti saya ingin mengolahnya menjadi kripik atau makan apa yang suka dikonsumsi masyarakat,” terang guru tidak tetap (GTT) ini.

Dia menambahkan, sekarang ini dirinya memiliki 1.600 jamur tiram yang sudah dipanen dan 800 bibit. Setiap bibit jamur tiram dia beli seharga 2.500. Namun biaya pembelian bibit dan perawatan itu sudah bisa dikembalikan dalam jangka waktu selama tiga bulan panen. ”Jadi dua bulan sisa penennya itu keuntungannya. Usaha ini sebenarnya cocok sekali untuk ibu-ibu rumah tangga. Karena itu usaha ini akan saya buat percontohan agar nantinya bisa dikembangkan disini dan desa lainnya,” pungkas Suwandi. (Kominfo)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kabupaten Bojonegoro

November 18, 2009 at 12:32 pm (Uncategorized) (, , )

Kabupaten Bojonegoro, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Bojonegoro. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Tuban di utara, Kabupaten Lamongan di timur, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi di selatan, serta Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di barat. Bagian barat Bojonegoro (perbatasan dengan Jawa Tengah) merupakan bagian dari Blok Cepu, salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »